Senin, 29 April 2019

Pulang kampung: hampir gagal karena hujan

Hari itu, agenda saya mau pulang kampung saat sore tiba. Libur kerja saat itu saya gunakan untuk berkumpul bersama keluarga di kampung. Menikmati kebersamaan baik dalam keadaan susah maupun senang. Yang penting bisa menilkmati kehangatan saat berkumpul. Bersama segelas kopi hangat, jajanan ringan dan sebatang rokok yang mengepul bersama cerita yang dikeluarkn secara bergantian. Ada yang menjadi pendengar, ada yang aktif dalam cerita yang dikisahkan di surau bambu itu.
Tapi, agenda saya itu hampir gagal lantaran hujan yang terjadi hari itu lumayan deras. Hujan yang terjadi dari 12:00 WIB hingga 13:00 WIB membuat harapan saya pudar. Bagaimana tidak pudar? Jarak tempuh dari kota ke desa lumayan jauh, mungkin sekitar satu setengah jam sampai jika mengendarai motor dengan kecepatan 60 km/jam. Apalagi dibarengi hujan. Jalanan basah semua. Belum lagi genangan air di jalanan yang membahayakan pengendara motor yang lain. Jalanan berubah licin. Jadi, mau tak mau laju kendaraan harus benar-benar terkendali sebaik mungkin.

Minggu, 28 April 2019

Abai terhadap aktifitas teman sendiri

Tak pernah ikut campur pada aktifitas orang lain tapi mengharap dapat bagian dari aktifitas tersebut adalah termasuk prilaku yang kurang menyenangkan. Semestinya, sebagai orang yang sudah berteman dekat dalam kesehariannya tentu harus saling tolong menolong dalam hal yang positif.
Sebagai makhluk sosial, kita dituntut agar saling tolong-menolong dengan yang lain. Karena bagaimanapun orang tidak akan bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Ia pasti butuh pada orang lain dalam menjalani kehidupan sehari-harinya .
Kita tidak bisa memungkiri bahwa kita tak bisa hidup seorang diri. Di saat kita sakit misalnya, tetangga terdekat merasa empati atas sakit yang dialaminya lalu tetangga yang datang bertanya sakit apa yang sedang dialami. Jika tetangga yang datang tersebut tahu cara mengobatinya maka ia pasti menyarankan agar mengikuti saran yang diberikannya.  Agar sakit yang dideritanya bisa sembuh seperti sedia kala.
Hidup rukun dan saling membantu antar sesama sangatlah dianjurkan. Dari segi sosial, kita sebagai manusia harus bisa membantu tetangga terdekat. Seperti halnya ketika melihat tetangga sedang memiliki kesibukan maka bantulah kesibukannya itu agar cepat selesai .
Sedangkan dari segi agama, sudah jelas sekali Allah SWT menganjurkan manusia agar saling tolong-menolong dalam hal kebaikan. Hal itu dilarkan dalam QS. Al-maidah: 2. Dimana tujuan dari tolong-menolong tersebut adalah terciptanya persatuan dan perdamaian dalam kehidupan dunia ini .

 Semalam 07-08-2021, saya pergi malam mingguan dengan memancing. Tempatnya sama seperti hari-hari sebelumnya: Lembung, Pamekasan. Selesai sh...