Sabtu, 20 Februari 2021

dari bekas menjadi hal baru

Pada sekitar 28 Januari 2021, sorang teman datang pada saya. Dia memberitahukan bahwa sandalnya putus saat berwudhu' di kamar mandi.Dari bekas jadi hal baru.



Pada sekitar 28 Januari 2021, sorang teman datang pada saya. Dia memberitahukan bahwa sandalnya putus saat berwudhu' di kamar mandi.

Selesai memberitahukan, teman itu mengutarakan keinginannya untuk pinjam sandal karena hendak menghadiri undangan.

Atas dasar kasihan dan kemanusiaan, saya pun memberukan pinjaman sandal yang layak pakai untuk pergi ke acara dimaksud.

Setelah saya berikan pada teman tersebut, saya menanyakan, apakah sandal itu masih diperlukan atau sudah tidak diharapkan lagi.

Lalu, teman tersebut sudah tidak mengharapkan sandal itu lagi. Maka, sandal itu saya ambil agar tidak merusak dan mengotori halaman kamar mandi.

Selesai diamankan, sejenak saya berpikir, mau diapakan sandal tersebut. Dibuangkah, dibiarkankah, dibakarkah? Atau kah kah yang lain?

Jika dibuang, maka kemungkinannya, jumlah sampah yang berasal dari sandal bekas akan bertambah di negeri ini. Buktinya, setiap kali saya jalan-jalan menyusuri pinggiran pantai, banyak berkeliaran sandal bekas mengapung dan berserakan di pinggiran pantainya.

Oleh karena itu, untuk mengurangi jumlah sampah yang tercipta dari sandal bekas, sandal teman itu saya ambil dan saya bikin aransemin ulang yang pada akhirnya berubah jadi pelampung. Dengan begitu, teman-teman yang suka mancing bisa menggunakannya sebagai pelampung pancing.

Sehingga, sandal bekas milik teman tidak terbuang begitu saja.

Selesai memberitahukan, teman itu mengutarakan keinginannya untuk pinjam sandal karena hendak menghadiri undangan.

Atas dasar kasihan dan kemanusiaan, saya pun memberukan pinjaman sandal yang layak pakai untuk pergi ke acara dimaksud.

Setelah saya berikan pada teman tersebut, saya menanyakan, apakah sandal itu masih diperlukan atau sudah tidak diharapkan lagi.

Lalu, teman tersebut sudah tidak mengharapkan sandal itu lagi. Maka, sandal itu saya ambil agar tidak merusak dan mengotori halaman kamar mandi.

Selesai diamankan, sejenak saya berpikir, mau diapakan sandal tersebut. Dibuangkah, dibiarkankah, dibakarkah? Atau kah kah yang lain?

Jika dibuang, maka kemungkinannya, jumlah sampah yang berasal dari sandal bekas akan bertambah di negeri ini. Buktinya, setiap kali saya jalan-jalan menyusuri pinggiran pantai, banyak berkeliaran sandal bekas mengapung dan berserakan di pinggiran pantainya.

Oleh karena itu, untuk mengurangi jumlah sampah yang tercipta dari sandal bekas, sandal teman itu saya ambil dan saya bikin aransemin ulang yang pada akhirnya berubah jadi pelampung. Dengan begitu, teman-teman yang suka mancing bisa menggunakannya sebagai pelampung pancing.

Sehingga, sandal bekas milik teman tidak terbuang begitu saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 Semalam 07-08-2021, saya pergi malam mingguan dengan memancing. Tempatnya sama seperti hari-hari sebelumnya: Lembung, Pamekasan. Selesai sh...