Rabu pagi 25-08-2021, saya pergi mancing ke Lembung, Pamekasan. Kesempatan itu hanya tercipta antara saya dan sipu, teman saya.
Satu teman lagi tidak ikutan mancing karenah entah kenapa alasannya. Dia adalah Imam, sepupu saya.
Di malam selasa, 24-08-2021, kesepakatan mancing tercipta. Agar agenda mamcing tidak gagal, maka malam itu pula penjual ufang yang biasa teman-teman beli ditelfon; menanyakan stok udang yang ada.
Kenapa ditanyakan terlebih dahulu, kenapa tidak langsung datangi dan membeli? Karena, malam itu purnama hampir bulat sempurna.
Biasanya, di malam purnama itu, udang hampir dipastikan tidak ada. Walaupun ada, sedikit sekali.
Setelah dihubungi via WA, maka penjual udang mengabarkan bahwa stok udang masih ada.
Lalu, Num Sipul memesannya saat itu pula guna diparani keesokan paginya.
Pada jam setengah enam lewat lima menit, Num Sipul sampai di rumah. Lalu, berangkatlah berdua ke tempat penjual udang yang semalam sudah dipesan. Lokasinya ada di Mondung, Pamekasan.
Saya dan Num Sipul membawa motor masing masing karena dia mau pulang duluan di kala sudah Duhur.
Sedang saya rencananya mau full day seharian kalau banyak sambaran.
Di Mondung, saya dan Num Sipul langsung beli 2 ons seharga 20.000, 10.000/ons. Terus segera meluncur ke tempat pemancingan.
Tanpa pakai lama, umpan langsung diuncal. Berbagai percobaan pun di gunakan untuk membujuk barramondi makan.
Tapi, hasilnya nihil. Ikan target sepertinya tidak tertarik pada umpan yang kita lempar.
Yang ada hanya sambaran ikan kecil (Rekrek) yang bisanya hanya menghancurkan dan membunuh udang hidup yang kita jadikan umpan.
Menjelang Duhur, Mino yang digunakan Num Sipul disambar ikan besar. Tapi sayang sekali, benangnya tak mampu menarik ikan kepermukaan karena putus.
Sedang saya hanya berhasil strike ikan kerong2 satu ekor. Dua kali strike sembilang tapi lepas.
Usai Adzan duhur berkumandang, Num Sipul pulang duluan karena punya agenda mau beli kursi bersama orang lain.
Jadi, pemancingan tinggal saya seorang. Saya tetap bertahan dan sabar walau udang yang dijadikan umpan sudah mati semua. Aerotor sudah kurang bertenaga. Batreynya low.
Namun, sebulum saya hengkang dari pemaancingan, umpan udang mati yang saya pakai disambar payus. Jadilah hasil pancingan saya dua ekor. Lalu, saya pulang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar