Minggu, 01 Desember 2019

Resmi diformat

     Malam ini, senin 01/12/2019, jam 21:00 WIB, memori hp-ku resmi diformat. Hal itu dilakukan karena memori sering ngadat. Kadang terbaca di galeri dan kadang pula tidak terdeteksi. Kemungkinan file dalam memori itu terlalu banyak dan kemungkinan yang lain bisa jadi ada file yang terkenak virus. Sehingga memori sering eror.
     Dalam memori itu, terdapat banyak file, musik, vidio dan gambar tersimpan, bahkan ada yang sudah bertahun-tahun tersimpan. Tetapi karena memori tidak terdeteksi, pada akhirnya aku format. Semua kenangan itu hilang tak bersisa. Aku hanya bisa membiarkan saja senua menghilang. Biar diganti dengan momen yang baru.

Sabtu, 30 November 2019

Gerah di malam hari

Kemarau panjang yang terjadi tahun 2019 ini membuat suasana terasa panas. Bukan hanya siang hari, malam hari pun suasana panas hingga membuat badan jadi gerah dan keringat mengucur.
Padahal, dalam ruangan sudah tersedia kipas dan AC. Semestinya dua benda itu sudah mampu kiranya untuk mengeringkan keringat di badan.
Tapi entah kenapa. Suasana tetap panas dan gerah. Sesekali saya mencari sesobek kardus untuk dikibaskan ke badan agar keringat segera kering. Tapi tetap saja tak ada hasil.
Rasanya, semakin hari bumi kita ini terasa semakin panas.

Minggu, 13 Oktober 2019

Air dalam kehidupan sehari-hari

Dalam kehidupan sehari-hari, orang pasti membutuhkan air. Baik buat kebutuhan minum, mandi, menanak dan semacamnya.

Minggu, 16 Juni 2019

Waktunya Menanam Tembakau

 
 Selasa pagi, 11 Juni 2019, saya berangkat pagi-pagi ke rumah Pak Rahmat di Keppo, pamekasan. Tujuan saya adalah mau membeli bibit tembakau sejumlah 7000 pohon. Bibit tembakau itu saya beli buat ditanam di sawah peninggalan Kakek di Tambiuh , Jampareng Laok, Campakah, Pasongsongan.
Bibit itu berasal dari orang tua saya yang dikasi ke Pak Rahmat untuk ditanamkan dan dirawatkan. Lalu setelah bibit tembakau tumbuh dan sampai masa tanam orang tua saya tinggal ngasi upah saja pada Pak Rahmat.
 



Sabtu, 25 Mei 2019

Galery

Pembukaan Tifo Ramadhan berlangsung di Auditorium SPORTIFO Pamekasan yang dikemas dengan buka bersama. 

Menggarap sawah saat malam hari agar tidak terlalu panas.


Acara Reunian om di sebelah barat rumah disertau sound system warna kuni. 


 Acara Reunian ini diwarnai dengan senyum dan tawa penuh bahagia.
 Penjaga sound system siaga selalu dalam bertugas demi kelancaran acara Reunian 15 Juni 2019.
MC berdiri menyambut teman-temannya. 

Wanita rambut panjang adalah penyanyi lokan yang tak kalah pengalaman dengan lainnya. 

Penyanyi sedang bersama pemain keyboard berpengalaman .

Jumat, 10 Mei 2019

Kakek

     Aku rindu pada rumahku. Rumah itu adalah rumah warisan dari kakek tercinta. Dulu, kakek pernah bilang kalau ia ingin renofasi rumahnya buatku biar enak tinggal menempatinya. Setelah selesai merenofasi rumahnya, kakek lalu bilang bahwa ia hanya ingin menumpang tinggal sementara di rumahnya itu.
     Mendengar perkataan kakek tersebut, seketika hatiku sedih dan pilu. Semua anggota badanku merinding merasa ketakutan yang teramat dalam. Batinku bertanya-tanya kenapa kakek berbicara seperti itu. Setahu aku, kakek tak pernah bercanda sampai kelewat batas. Lumrahnya bercanda ya bercanda sekedarnya saja. Tidak sampai membuat hati terasa akan kehilangan untuk selamanya.
     Sejenak, aku terdiam membisu. Berkecamu dengan seribu ketidak mengertian hati atas perkataan kakek yang dilontarkan dengan sangat gamlang serasa tidak punya beban sedikitpun. Dua nenek hanya diam santai saja. Tidak mengerti dan menangkap pesan di balik perkataan kakek tersebut.
     Aku coba melawan perkataan kakek itu agar tidak membekas di dalam pikiranku. “Kek, rumah ini jangan hanya ditinggali sementara. Rumah ini adalah rumah kakek sendiri. Jadi, sebaiknya kita tempati bersama rame-rame”. Saranku pada kakek.
Selesai aku bicara pada kakek, ia langsung menambahkan perkataannya. “saya sudah tua, Nak. Biasanya, orang yang sudah tua hidupnya tidak akan lama lagi”. Ungkap kakek dengan jelas sekali.
     Lagi-lagi, aku sedih dan pilu yang teramat dalam. Perih rasanya hati ini mendengar perkataan kakek yang kedua ini. Dalam diamku, hati berdoa, berharap kakek bisa sehat. Sembuh dari penyakit Asma dan tekanan darah tinggi. Walau hanya bisa mengusir ayam yang masuk rumah, aku tetap berharap kakek bisa hadir bersama dalam duania ini. Aku tidak mengharap kakek harus bekerja lembur seperti di waktu masa mudanya. Cukup hanya bisa shalat lima waktu saja aku sudah senang luar biasa.

Pamekasan, 05 Mei 2019 M/1 Ramadhan 1440 H

Sabtu, 04 Mei 2019

Rindu Rumah

     Aku rindu pada rumahku. Rumah yang dibangun di atas sebidang tanah yang cukup luas. Di atas tanah itu dibangun sebanyak empat bangunan; rumah, dapur, surau kuno dan kandang. Sisa dari empat bangunan itu masih cukum untuk membangun satu rumah lagi.
     Tanah yang di tempati rumah, surau, dapur dan kandang itu milik eayangku yang konon, menurut cerita orang sekitar, memiliki banyak sawah. Eangku itu bernama mulindra. Eang termasuk orang yang giat dalam bekerja. Pikirannya kreatif. Hal itu terbukti dengan pohon kelapa yang di tanam cukup banyak. Eang dulu pernah berkata pada tetangga dan ponaan-ponaannya bahwa siapa yang mampu menghitung pohon kelapanya dengan benar dan tepat akan dikasi hadiah sepasang sapi . Sungguh banyak sekali .
Wataknya keras dan tegas.

 Semalam 07-08-2021, saya pergi malam mingguan dengan memancing. Tempatnya sama seperti hari-hari sebelumnya: Lembung, Pamekasan. Selesai sh...