Beberapa tahun yang lalu , sebelum kakek jatuh sakit, ia pernah melihat kondisi rumahnya yang memprihatinkan. Rumah yang sudah bertahun-tahun dihuni kakek beserta dua nenek itu makin hari semakin menyedihkan. Kayu yang dipasang di atas beserta irisan pangkal bambu yang digunakan buat menahan genting sudah habis. Ada yang habis karena lapuk terkena air hujan terus menerus dan ada pula yang habis digrogoti rayap. Entah naik dari mana rayap-rayap. Cuma tau-tau sudah memakan kayu-kayu rumah di bagian atas.
Kakek itu memiliki dua istri yang sama-sama dihadapi. Bersama istri pertanya, kakek ingin memiliki momongan. Dua kali berusaha dan dua kali gagal. Ketika anak kakek sudah mulai berumur dan sudah menyenangkan hati, takdir malah berkata lain. Kedua anaknya meninggal dunia dalam keadaan sakit. Tak sampai di situ, perjuangan terus dilanjutkan untuk mendapat momongan. Hingga pada akhirnya ketahuanlah bahwa istri pertamanya itu tak bisa memberikan keturunan. Walaupun bisa pada akhir akan mati juga. Tak bisa jadi teman dalam hidupnya.
Kakek itu memiliki dua istri yang sama-sama dihadapi. Bersama istri pertanya, kakek ingin memiliki momongan. Dua kali berusaha dan dua kali gagal. Ketika anak kakek sudah mulai berumur dan sudah menyenangkan hati, takdir malah berkata lain. Kedua anaknya meninggal dunia dalam keadaan sakit. Tak sampai di situ, perjuangan terus dilanjutkan untuk mendapat momongan. Hingga pada akhirnya ketahuanlah bahwa istri pertamanya itu tak bisa memberikan keturunan. Walaupun bisa pada akhir akan mati juga. Tak bisa jadi teman dalam hidupnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar