Kemarau panjang yang terjadi tahun 2019 ini membuat suasana terasa panas. Bukan hanya siang hari, malam hari pun suasana panas hingga membuat badan jadi gerah dan keringat mengucur.
Padahal, dalam ruangan sudah tersedia kipas dan AC. Semestinya dua benda itu sudah mampu kiranya untuk mengeringkan keringat di badan.
Tapi entah kenapa. Suasana tetap panas dan gerah. Sesekali saya mencari sesobek kardus untuk dikibaskan ke badan agar keringat segera kering. Tapi tetap saja tak ada hasil.
Rasanya, semakin hari bumi kita ini terasa semakin panas.
Sabtu, 30 November 2019
Minggu, 13 Oktober 2019
Air dalam kehidupan sehari-hari
Dalam kehidupan sehari-hari, orang pasti membutuhkan air. Baik buat kebutuhan minum, mandi, menanak dan semacamnya.
Minggu, 16 Juni 2019
Waktunya Menanam Tembakau
Selasa pagi, 11 Juni 2019, saya berangkat pagi-pagi ke rumah Pak Rahmat di Keppo, pamekasan. Tujuan saya adalah mau membeli bibit tembakau sejumlah 7000 pohon. Bibit tembakau itu saya beli buat ditanam di sawah peninggalan Kakek di Tambiuh , Jampareng Laok, Campakah, Pasongsongan.
Bibit itu berasal dari orang tua saya yang dikasi ke Pak Rahmat untuk ditanamkan dan dirawatkan. Lalu setelah bibit tembakau tumbuh dan sampai masa tanam orang tua saya tinggal ngasi upah saja pada Pak Rahmat.
![]() |
Sabtu, 25 Mei 2019
Galery
Pembukaan Tifo Ramadhan berlangsung di Auditorium SPORTIFO Pamekasan yang dikemas dengan buka bersama.
![]() |
| Menggarap sawah saat malam hari agar tidak terlalu panas. |
![]() |
| Acara Reunian om di sebelah barat rumah disertau sound system warna kuni. |
Acara Reunian ini diwarnai dengan senyum dan tawa penuh bahagia.
Penjaga sound system siaga selalu dalam bertugas demi kelancaran acara Reunian 15 Juni 2019.
MC berdiri menyambut teman-temannya.
![]() |
| Wanita rambut panjang adalah penyanyi lokan yang tak kalah pengalaman dengan lainnya. |
![]() |
| Penyanyi sedang bersama pemain keyboard berpengalaman . |
Jumat, 10 Mei 2019
Kakek
Aku rindu pada rumahku. Rumah itu adalah rumah warisan dari kakek tercinta. Dulu, kakek pernah bilang kalau ia ingin renofasi rumahnya buatku biar enak tinggal menempatinya. Setelah selesai merenofasi rumahnya, kakek lalu bilang bahwa ia hanya ingin menumpang tinggal sementara di rumahnya itu.
Mendengar perkataan kakek tersebut, seketika hatiku sedih dan pilu. Semua anggota badanku merinding merasa ketakutan yang teramat dalam. Batinku bertanya-tanya kenapa kakek berbicara seperti itu. Setahu aku, kakek tak pernah bercanda sampai kelewat batas. Lumrahnya bercanda ya bercanda sekedarnya saja. Tidak sampai membuat hati terasa akan kehilangan untuk selamanya.
Sejenak, aku terdiam membisu. Berkecamu dengan seribu ketidak mengertian hati atas perkataan kakek yang dilontarkan dengan sangat gamlang serasa tidak punya beban sedikitpun. Dua nenek hanya diam santai saja. Tidak mengerti dan menangkap pesan di balik perkataan kakek tersebut.
Aku coba melawan perkataan kakek itu agar tidak membekas di dalam pikiranku. “Kek, rumah ini jangan hanya ditinggali sementara. Rumah ini adalah rumah kakek sendiri. Jadi, sebaiknya kita tempati bersama rame-rame”. Saranku pada kakek.
Selesai aku bicara pada kakek, ia langsung menambahkan perkataannya. “saya sudah tua, Nak. Biasanya, orang yang sudah tua hidupnya tidak akan lama lagi”. Ungkap kakek dengan jelas sekali.
Lagi-lagi, aku sedih dan pilu yang teramat dalam. Perih rasanya hati ini mendengar perkataan kakek yang kedua ini. Dalam diamku, hati berdoa, berharap kakek bisa sehat. Sembuh dari penyakit Asma dan tekanan darah tinggi. Walau hanya bisa mengusir ayam yang masuk rumah, aku tetap berharap kakek bisa hadir bersama dalam duania ini. Aku tidak mengharap kakek harus bekerja lembur seperti di waktu masa mudanya. Cukup hanya bisa shalat lima waktu saja aku sudah senang luar biasa.
Pamekasan, 05 Mei 2019 M/1 Ramadhan 1440 H
Sabtu, 04 Mei 2019
Rindu Rumah
Aku rindu pada rumahku. Rumah yang dibangun di atas sebidang tanah yang cukup luas. Di atas tanah itu dibangun sebanyak empat bangunan; rumah, dapur, surau kuno dan kandang. Sisa dari empat bangunan itu masih cukum untuk membangun satu rumah lagi.
Tanah yang di tempati rumah, surau, dapur dan kandang itu milik eayangku yang konon, menurut cerita orang sekitar, memiliki banyak sawah. Eangku itu bernama mulindra. Eang termasuk orang yang giat dalam bekerja. Pikirannya kreatif. Hal itu terbukti dengan pohon kelapa yang di tanam cukup banyak. Eang dulu pernah berkata pada tetangga dan ponaan-ponaannya bahwa siapa yang mampu menghitung pohon kelapanya dengan benar dan tepat akan dikasi hadiah sepasang sapi . Sungguh banyak sekali .
Wataknya keras dan tegas.
Wataknya keras dan tegas.
MULAMPA
Beberapa tahun yang lalu , sebelum kakek jatuh sakit, ia pernah melihat kondisi rumahnya yang memprihatinkan. Rumah yang sudah bertahun-tahun dihuni kakek beserta dua nenek itu makin hari semakin menyedihkan. Kayu yang dipasang di atas beserta irisan pangkal bambu yang digunakan buat menahan genting sudah habis. Ada yang habis karena lapuk terkena air hujan terus menerus dan ada pula yang habis digrogoti rayap. Entah naik dari mana rayap-rayap. Cuma tau-tau sudah memakan kayu-kayu rumah di bagian atas.
Kakek itu memiliki dua istri yang sama-sama dihadapi. Bersama istri pertanya, kakek ingin memiliki momongan. Dua kali berusaha dan dua kali gagal. Ketika anak kakek sudah mulai berumur dan sudah menyenangkan hati, takdir malah berkata lain. Kedua anaknya meninggal dunia dalam keadaan sakit. Tak sampai di situ, perjuangan terus dilanjutkan untuk mendapat momongan. Hingga pada akhirnya ketahuanlah bahwa istri pertamanya itu tak bisa memberikan keturunan. Walaupun bisa pada akhir akan mati juga. Tak bisa jadi teman dalam hidupnya.
Kakek itu memiliki dua istri yang sama-sama dihadapi. Bersama istri pertanya, kakek ingin memiliki momongan. Dua kali berusaha dan dua kali gagal. Ketika anak kakek sudah mulai berumur dan sudah menyenangkan hati, takdir malah berkata lain. Kedua anaknya meninggal dunia dalam keadaan sakit. Tak sampai di situ, perjuangan terus dilanjutkan untuk mendapat momongan. Hingga pada akhirnya ketahuanlah bahwa istri pertamanya itu tak bisa memberikan keturunan. Walaupun bisa pada akhir akan mati juga. Tak bisa jadi teman dalam hidupnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
Semalam 07-08-2021, saya pergi malam mingguan dengan memancing. Tempatnya sama seperti hari-hari sebelumnya: Lembung, Pamekasan. Selesai sh...
-
Rabu pagi 25-08-2021, saya pergi mancing ke Lembung, Pamekasan. Kesempatan itu hanya tercipta antara saya dan sipu, teman saya. Satu teman ...
-
Sabtu pagi (20-02-2021), saya jalan-jalan ke daerah Mangunan, Pamekasan. Rencana awal mau berangkat bertiga. Tetapi, berhubung masih ada yan...
-
Pada sekitar 28 Januari 2021, sorang teman datang pada saya. Dia memberitahukan bahwa sandalnya putus saat berwudhu' di kamar mandi.Dari...












